Nyata Nyata Fakta – Pasar aset kripto pada 22 Maret 2025 menunjukkan dinamika yang beragam. Beberapa aset digital utama mengalami tekanan, sementara lainnya berhasil mencatatkan kenaikan signifikan. Fluktuasi ini mencerminkan ketidakpastian yang masih mewarnai pasar kripto global. Berikut analisa pergerakan harga pasar kripto dari berbagai koin top di dunia.
Bitcoin (BTC), sebagai mata uang kripto terbesar di dunia berdasarkan kapitalisasi pasar, mengalami penurunan sebesar 0,30% dalam 24 jam terakhir. Dalam sepekan, Bitcoin juga mencatatkan penurunan sebesar 0,18%. Saat ini, harga Bitcoin berada di angka USD 84.174 per koin atau sekitar Rp 1,39 miliar (dengan kurs Rp 16.500 per USD). Meskipun mengalami tekanan, Bitcoin tetap menjadi pilihan utama bagi investor yang mencari aset digital jangka panjang.
Ethereum (ETH) juga mengalami sedikit koreksi harga. Dalam 24 jam terakhir, ETH turun tipis sebesar 0,05%. Namun, dalam sepekan terakhir, aset ini masih menunjukkan pertumbuhan sebesar 4,66%. Harga Ethereum saat ini berada di sekitar Rp 32,74 juta per koin. Meskipun menghadapi tekanan, prospek jangka panjang Ethereum tetap kuat berkat adopsi teknologi blockchain dan pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps).
“Baca Juga: Alternatif Investasi: Kripto Dijadikan Alternatif di Pasar Saham”
Berbeda dengan Bitcoin dan Ethereum, Binance Coin (BNB) menunjukkan performa positif. Dalam 24 jam terakhir, BNB naik sebesar 1,39%, sementara dalam sepekan mencatatkan kenaikan sebesar 8,58%. Saat ini, harga Binance Coin berada di kisaran Rp 10,48 juta per koin. Kenaikan ini didorong oleh meningkatnya aktivitas di ekosistem Binance serta berbagai inovasi baru di platform tersebut.
Cardano (ADA) mengalami tekanan cukup besar dengan penurunan harga sebesar 1,41% dalam 24 jam terakhir dan 3,55% dalam sepekan. Saat ini, ADA diperdagangkan di harga Rp 12.716 per koin. Di sisi lain, Solana (SOL) justru mencatatkan kenaikan sebesar 0,91% dalam 24 jam terakhir meskipun turun 2,44% dalam sepekan. Harga Solana saat ini berada di Rp 2,13 juta per koin.
Aset kripto lain yang juga mengalami penurunan adalah XRP dan Dogecoin (DOGE). XRP turun 1,12% dalam 24 jam terakhir, meskipun masih mencatatkan kenaikan sebesar 1,88% dalam sepekan. Harga XRP saat ini berada di Rp 39.661 per koin. Sementara itu, Dogecoin mengalami penurunan 0,59% dalam 24 jam terakhir dan 1,19% dalam sepekan, dengan harga Rp 2.719 per token.
“Baca Juga: Peredaran Uang di Indonesia Tembus Rp9.239,9 Triliun pada Februari 2025”
Stablecoin seperti Tether (USDT) dan USD Coin (USDC) tetap mempertahankan nilainya di USD 1,00. Keberadaan stablecoin yang stabil di tengah volatilitas pasar menjadi pilihan aman bagi investor yang ingin menghindari fluktuasi harga.
Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global mengalami penurunan sebesar 0,37% dalam 24 jam terakhir, dengan total nilai mencapai USD 2,76 triliun atau sekitar Rp 45.555 triliun. Penurunan ini mencerminkan adanya tekanan di beberapa aset utama, meskipun sebagian lainnya menunjukkan performa yang kuat.
Pergerakan harga yang beragam ini menunjukkan bahwa pasar kripto tetap berada dalam kondisi yang fluktuatif. Investor disarankan untuk terus memantau perkembangan pasar, melakukan analisis mendalam, dan memiliki strategi investasi yang matang untuk menghadapi ketidakpastian. Dengan teknologi blockchain yang terus berkembang dan adopsi aset digital yang semakin luas, pasar kripto diprediksi akan tetap menjadi perhatian utama di masa depan.