Nyata Nyata Fakta – Tiongkok kembali mengambil langkah tegas dalam menjaga stabilitas ekonominya dengan mempertahankan suku bunga pinjaman utama pada Maret 2025. Keputusan ini diambil oleh Bank Sentral Tiongkok, People’s Bank of China (PBOC), dalam upaya menstabilkan mata uang yuan dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah ketidakpastian global serta ketegangan perdagangan yang masih berlanjut.
Dalam keputusan terbarunya, PBOC memutuskan untuk tidak mengubah Loan Prime Rate (LPR) yang merupakan suku bunga acuan bagi pinjaman bank komersial. Adapun rincian suku bunga yang tetap dipertahankan adalah:
Keputusan ini sudah sesuai dengan ekspektasi para analis yang memperkirakan PBOC akan memilih pendekatan hati-hati dalam kebijakan moneternya. Dengan mempertahankan suku bunga, Tiongkok mencoba untuk memberikan stabilitas bagi pelaku usaha dan mempertahankan daya beli masyarakat.
“Baca Juga: OJK Optimistis Perusahaan Akan Melakukan Buyback Saham”
Dalam beberapa bulan terakhir, yuan mengalami fluktuasi nilai tukar yang cukup signifikan. Setelah mencapai level terendah dalam 16 bulan pada awal tahun, yuan menunjukkan tanda-tanda penguatan. Namun, kemenangan Donald Trump dalam pemilihan Presiden AS pada November 2024 menyebabkan yuan kembali melemah sekitar 1,8% terhadap dolar AS.
Setelah pengumuman PBOC mengenai kebijakan suku bunga, yuan stabil di level 7,2280 terhadap dolar AS. Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun mengalami penurunan lebih dari 2 basis poin menjadi 1,932%. Hal ini menunjukkan bahwa pasar merespons keputusan PBOC dengan cukup baik.
Beberapa faktor utama yang mempengaruhi keputusan PBOC untuk mempertahankan suku bunga adalah:
“Baca Juga: Telkom University Kembangkan Teknologi VR: Masa Depan Presentasi Digital yang Imersif”
Para ekonom memprediksi bahwa langkah kebijakan moneter Tiongkok ke depan akan sangat bergantung pada kondisi ekonomi global serta kebijakan perdagangan AS. Jika tekanan ekonomi meningkat, PBOC mungkin akan mempertimbangkan penyesuaian suku bunga atau kebijakan likuiditas lainnya.
Selain itu, PBOC juga dapat meningkatkan intervensi di pasar valuta asing untuk menjaga stabilitas yuan jika terjadi fluktuasi besar akibat perubahan kebijakan ekonomi di negara lain.
Keputusan PBOC untuk mempertahankan suku bunga mencerminkan pendekatan berhati-hati dalam menjaga stabilitas yuan dan ekonomi domestik. Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kepastian bagi pelaku bisnis serta meningkatkan kepercayaan investor terhadap pasar Tiongkok.
Di tingkat global, kebijakan ini juga dapat mempengaruhi pergerakan pasar mata uang dan obligasi. Terutama bagi negara-negara yang memiliki hubungan dagang erat dengan Tiongkok. Dengan mempertahankan suku bunga dan mengelola nilai tukar dengan hati-hati. Tiongkok berupaya menjaga perannya sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama dunia di tengah tantangan yang ada.