Nyata Nyata Fakta – Menjelang musim mudik dan perayaan Idulfitri 2025, PT Pertamina Patra Niaga mengambil langkah strategis dengan menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi untuk sejumlah produk. Penyesuaian harga ini berlaku mulai 29 Maret 2025 dan diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap kenyamanan. Serta meringankan biaya transportasi masyarakat selama momen penting tahunan tersebut.
Kebijakan ini mencerminkan komitmen Pertamina untuk mendukung mobilitas masyarakat serta menjaga daya beli konsumen di tengah dinamika ekonomi dan kebutuhan tinggi menjelang Lebaran. Penurunan harga mencakup produk-produk unggulan dari lini Pertamax Series dan Dex Series.
Berikut adalah daftar harga terbaru BBM nonsubsidi di wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta:
Penurunan harga yang signifikan, terutama untuk varian Dexlite dan Pertamina Dex, diharapkan mampu memberikan keringanan biaya transportasi bagi pemilik kendaraan diesel yang akan melakukan perjalanan jarak jauh.
“Baca Juga: Tren Hampers Lebaran, Dampaknya Terhadap Ekonomi Indonesia”
Keputusan ini disambut baik oleh masyarakat, khususnya mereka yang berencana melakukan perjalanan mudik menggunakan kendaraan pribadi. Turunnya harga BBM menjelang masa libur panjang memberikan peluang penghematan biaya yang tidak sedikit. Terlebih saat harga kebutuhan pokok lainnya cenderung meningkat.
Langkah ini juga menjadi salah satu bentuk dukungan nyata dari Pertamina terhadap kelancaran arus mudik. Sebuah tradisi tahunan yang menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Penyesuaian harga dilakukan pada waktu yang tepat, memberikan sinyal positif bahwa BUMN energi ini senantiasa mendengarkan kebutuhan konsumennya.
Selain menurunkan harga, Pertamina memastikan bahwa stok BBM dalam kondisi aman dan mencukupi selama periode mudik dan Lebaran. Upaya ini dilakukan melalui optimalisasi rantai pasok dan distribusi di seluruh wilayah Indonesia. Termasuk daerah-daerah terpencil yang memiliki potensi lonjakan permintaan.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan aparat terkait untuk menjamin distribusi berjalan lancar. SPBU-SPBU di jalur strategis mudik, seperti tol, jalur pantai utara (Pantura), serta jalur lintas selatan. Hal ini dipastikan siap melayani pemudik dengan pelayanan maksimal.
Perlu diingat bahwa harga BBM bisa berbeda-beda di setiap provinsi, tergantung pada besaran PBBKB yang diterapkan oleh pemerintah daerah setempat. Meski demikian, pola penurunan harga serupa berlaku secara nasional, menjadikan penurunan ini sebagai kebijakan yang inklusif.
Masyarakat dianjurkan untuk memantau harga resmi BBM melalui situs resmi Pertamina atau aplikasi MyPertamina guna mendapatkan informasi yang akurat dan terkini sesuai domisili mereka.
Penurunan harga BBM juga mencerminkan respons strategis Pertamina terhadap dinamika harga minyak dunia. Dengan menyesuaikan harga jual eceran BBM nonsubsidi, Pertamina mampu menjaga keseimbangan antara keberlanjutan usaha dan kepentingan publik.
Keberanian melakukan penyesuaian harga menjelang periode puncak konsumsi menunjukkan bahwa Pertamina menempatkan aspek pelayanan dan keberpihakan kepada masyarakat sebagai prioritas utama. Hal ini juga menjadi contoh bahwa BUMN dapat memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi domestik.
Melalui kebijakan penyesuaian harga BBM ini, Pertamina tidak hanya memberikan dampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, tetapi juga memperkuat citra sebagai perusahaan energi yang proaktif, responsif, dan berpihak pada rakyat.